Social Icons

Pages

Selamat Datang

Senin, 08 Februari 2016

Struktur Desa Karang Entang

Menurut sumber yang kami dapatkan, Desa Karang Entang sudah berganti kepala desa sebanyak 6 kali sejak tahun 60-an. Nama kepala Desa Karang Entang secara berurutan adalah H. Ali, Ibrahim, Tamin, Ahmad Fauzi, Zainul Arifin,dan Buni Suprapto. Pemerintahan kepala desa H. Ali, Ibrahim, dan Tamin tidak diketahui secara jelas berapa lama menjabat sebagai kepala desa. Kepemimpinan Ahmad Fauzi sebagai kepala desa hanya selama 5 tahun. Kemudian beliau mengundurkan diri karena factor usia dan digantikan oleh anaknya yang bernama Zainul Arifin selama 17 tahun. Semenjak keluarnya PP nomor 43 Tahun 2014 masa jabatan kepala desa hanya boleh dijabat selama 6 tahun. Dan 2 kali periode jabatan. Sehingga pada saat pemerintahan Buni Suprapto beliau menjabat selama 2 periode yaitu sejak tahun 2005. Dan pada pemilihan Kepala Desa Karang Entang tanggal 15 Juni Tahun 2015 Buni Suprapto terpilih kembali menjadi Kepala Desa Karang Entang periode II Tahun 2015-2021. Berikut ini merupakan struktur pemerintahan Desa Karang Entang:

Profil Desa Karang Entang

Karang Entang merupakan salahsatu desa yang terletak di selatan pulau Madura, tepatnya berada di Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan. Karang Entang memiliki empat dusun, yakni Dusun Karang Entang, Dusun Cangkreng, Dusun Duko Anyar dan Dusun Sumur Jenjeng. Desa ini bisa dikatakan daerah dengan lokasi yang cukup akan air bahkan bisa dikatakan lebih.
Perbatasan Desa Karang Entang
  1. Desa Paorang di sebelah barat, berbatasan dengan Dusun Duko
  2. Desa Pandanan di sebelah timur, Dusun Bujur
  3. Desa Pesanggrahan di sebelah selatan, Dusun Paoran Barat
  4. Desa Paoran di sebelah utara
Hal ini dikarenakan letak geografis Desa Karang Entang yang berada pada dataran rendah dan sumber air yang hanya beberapa meter saja dari permukaan tanah. Berbeda dengan desa-desa tetangga yang sangat susah hanya untuk mendapatkan air, bahkan harus membeli untuk mendapatkan air. Dengan banyaknya air yang bisa didapatkan di Desa Karang Entang, tidak heraan jika desa ini merupakan tempat yang cocok untuk ditanami beberapa tanaman seperti pohon gayam, pohon pepaya, pohon magga ataupun bercocok tanam padi.
Padi menjadi salah satu sumber kehidupan masyarakat di desa ini, karena petani merupakan mata pencaharian utama rata-rata masyarakat di desa ini, karena petani merupakan mata pencaharian utama rata-rata masyarakat Karang Entang. Nampak jelas bilamana kita berkunjung ke desa ini seluas mata memandang, kita disuguhi dengan pemandangan persawahan yang begitu luas dan indah. Dengan jumlah penduduk menyentuh angka seribu orang, desa ini nampak tetap eksotis dengan keindahan alam serta keramahan warganya. Uniknya, hasil panen padi tidak dijual seluruhnya melainkan untuk dikonsumsi sendiri. Hanya saja bila membutuhkan uang, para petani disini akan menjual seluruh hasil panennya untuk memenuh biya hajatan. Begitulah kehidupan petani rata-rata masyarakat Madura, khususnya para petani di Karang Entang.

Pendidikan dan Budaya yang ada di Desa Karang Entang

  • Pendidikan
  • Pendidikan masyarakat Karang Entang dapat dikatakan cukup baik karena sebagian besar pendidikan terakhir pemuda desa setara dengan SMA dan tidak banyak yang melanjutkan keperguruan tinggi. Mereka lebih memilih mencari pekerjaan dibandingkan melnjutkan keperguruan tinggi. Di Desa Karang Entang terdapat sekolah dasar/MI dan SMP. Akan tetapi kebanyakan pemikiran warga Desa Karang Entang tentang pendidikan masih kurang. Banyak warga desa yang mengganggap bahwa pendidikan tidak begitu penting. Para orang tua masih berfikiran daripada anak mereka sekolah, lebih baik bekerja dan membantu perekonomian keluarga. Seiring berlalunya waktu pemikiran tersebut sedikit ditinggalkan oleh penduduk karena adanya pendekatan dari perangkat desa dari waktu kewaktu.
  • Budaya
  • Kebudayaan Desa Karang Entang adalah Rokat Bumi dan Hadroh. Masyarakat Karang Entang melakukan rokat bumi ketika menyambut panen padi, Masyarakat membuat tumpeng kemudin membuangnya kesawah-sawah. Hal ini dipercaya dapat menyuburkan tanah sawah, namun kebiasaan ini sudah tidak dilakukan lagi oleh warga desa karang entang berawal dari kepemimpinan kepala desa Bapak Ahmad Fauzi. Hal ini dikarenakan kebiasaan Rokat Bumi mendekati syikrik. Budaya lain adalah kesenian hadroh. Kesenian hadroh biasa ditampilkan pada acara-acara tertentu seperti pernikahan.

Ekonomi di Desa Karang Entang

Sebagian warga Desa Karang Entang bermata pencaharian sebagai petani, karena sebagian besar wilayah Desa Karang Entang dekat dengan sumber air tanah. Menurut warga desa hanya dengan mengebor tanah, dengan kedalaman 10 meter, warga desa sudah dapat mengairi sawahnya. Kebanyakan dari warga menanami sawahnya dengan tanaman padi. Hal ini menurut warga menanam tanaman lain selain padi seperti palawija hasil panennya tidak sebanyak hasil panen padi. Jadi menurut kami tingkat ekonomi di desa ini cukup makmur.
Selain sebagai petani, banyak dari warga yang melakukan wirausaha. Tetapi kebanyakan dari mereka berwirausaha di luar Desa Karang Entang. Hal ini disebabkan banyaknya penduduk Desa Karang Entang akan tetapi wilayah desa yang tidak begitu luas. Selain itu kurangnya lapangan pekerjaan di Desa Karang Entang sehingga menyebabkan pemuda desa pergi merantau.

Sejarah Desa Karang Entang

Desa Karang Entang adalah salah satu desa yang ada di Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan. Desa Karang Entang memiliki jumlah penduduk sekitar 1500 jiwa. Pada umumnya mata pencaharian warga Desa Karang Entang adalah sebagai petani padi. Terdapat dua versi yang diperoleh tentang asal usul nama desa Karang Entang. Versi pertama diceritakan bahwa dahulu ada seseorang yang bertapa di pinggir sungai kemudian ia melihat besi yang mengambang dan melawan arus air sungai dan ada binatang yang tidak dapat diburu oleh orang-orang. Kemudian petapa mengambil besi yang mengambang dan melemparkannya kepada hewan tersebut. Akhirnya hewan itu mati. Dalam bahasa Madura mengambang adalah "ngantang", maka desa tersebut diberi nama Karang entang. Akan tetapi terdapat perbedaan cerita asal-usul nama desa karang entang dengan versi kedua. Versi kedua menceritakan bahwa dahulu terdapat karang yang mengambang sehingga oleh masyarakat setempat di sebut "karang ngantang".
Desa Karang Entang memiliki 4 dusun yaitu Cangkreng, Sumur Jenjeng, Duko Anyar, dan Karang Entang. Di desa Karang Entang terdapat sebuah makam yang di keramatkan oleh warga setempat. Menurut informasi yang kami peroleh, makam tersebut dapat mengeluarkan semburan api apabila Desa Karang Entang mengalami bahaya, namun api tersebut hanya bisa dilihat oleh warga selain warga Desa Karang Entang. Sampai informasi ini diperoleh belum ada bukti dan tidak diketahui penyebab hal tersebut.
Sejarah Desa Karang Entang mengenai pendidikan juga baik. Dahulu Desa Karang Entang adalah salah satu desa yang memiliki Sekolah Dasar yang pertama didirikan dibandingkn desa tetangga. Sehingga banyak anak dari desa tetangga sekitar menuntut ilmu di Desa Karang Entang.

Kehidupan Desa Karang Entang

Melewati persawahan yang begitu luas nan indah. Fikiran melayang sejenak ketika sampai di Tol suramadu jika Desa Karang Entang adalah desa yang sedikit penduduk dan desa yang tertinggal. Karena awal dari survey kami hanya melihat sawah-sawah yang begitu luas. Tidak terbayangkan ketika sampai dan mengenal Desa Karang Entang selama kurang lebih 2 minggu dan mengenal masyarakat sekitar sungguh luar biasa kearifan masyarakatnya ketika menyambut kami dengan suka cita.
Menurut saya Desa Karang Entang adalah desa yang penuh potensi. Dalam bidang pertanian, terhampar sawah melimpah penuh padi, kacang hijau, kacang tanah dan jagung. Ternyata mayoritas masyarakat Desa Karang Entang bermata pencaharian sebagai petani padi. Petani padi di Desa Karang Entang masih menggunakan alat tradisional yaitu kerbau, tidak menggunakan tenaga pembajak yang modern. Dalam bidang perekonomian, masyarakat desa Karang Entang menggunakan hasil pertaniannya sebagai konsumsi sehari-hari. Banyak juga masyarakat Desa Karang Entang mengadu nasib ke luar negeri untuk memenuhi kebutuhan ekonominya.
Masyarakat Desa Karang Entang sangat menjunjung tinggi adat istiadat sebagai orang madura yang terkenal dengan agamisnya. Agama sangat kental, maka masyarakat sangat mengharapkan kesopanan dan kedisiplinan kepada kita semua.
Masyarakat begitu antusias terhadap kedatangan kami untuk mengabdi selama kurang dari 24 harI. Kami selalu diberi arahan dan masukan disaat menjadi masyarakat baru.Masyarakat selalu mengajak kami sharing dan silaturrahim supaya kami dapat berinteraksi dan berkomunikasi dengan tokoh masyarakat sekitar.

Antusiasme warga terhadap sistem mina padi

Sistem pertanian mina padi merupakan sistem pertanian terpadu yang menggabungkan antara sektor pertanian dengan sektor perikanan guna meningkatkan produktivita slahan. Dalam sistem ini budidaya tanaman padi dibarengi dengan budidaya ikan dalam satulahan yang sama, dengan demikian petani dapat memanen dua jenis hasil yang berbeda yaitu padi dan ikan dari satu lahan. Sistem pertanian mina padi ini memerlukan pasokan air yang stabil dan terus ada selama proses pelaksanaannya. Faktor ketersediaan air merupakan hal penting yang perlu diperhatikan karena erat hubungannya dengan keberlangsungan hidup ikan yang dibudidayakan. Selain itu dalam sistem ini tanaman padi yang digunakan merupakan varietas padi yang tahan akan genangan.
Penyuluhan sistem pertanian terkini yaitu mina padi dipilih untuk dilaksanakan di Desa Karang Entang karena sebagian besar penduduk Desa Karang Entang berprofesi sebagai petani dan tanaman yang dibudidayakan adalah padi sawah. Terlebih lagi di Dusun Cangkreng terdapat sumber air yang airnya terus mengalir meskipun dimusim kemarau sehingga kebutuhan air untuk sektor pertanian selalu tercukupi. Dengan demikian, sistem pertanian ini sangat cocok untuk diterapkan di desa tersebut.
Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan di SDN Karang Entang pada hari jumat 07 Agustus 2015 tersebut disambut dengan antusias oleh petani Desa Karang Entang. Hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya petani dari beberapa kelompok tani Desa Karang Entang yang hadir pada pertemuan tersebut. Penyuluhan tersebut bertujuan agar para petani di Desa Karang Entang mengetahui serta paham mengenai sistem pertanian yang sedang berkembang saat ini dan juga diharapkan setelah menghadiri penyuluhan tersebut para petani memiliki kemauan guna menerapkan sistem pertanian mina padi tersebut pada lahan mereka. Antusiasme warga terhadap sistem pertanian mina padi tidak hanya terhenti setelah proses penyuluhan selesei, beberapa petani yang hadir dalam kegiatan penyuluhan tersebut langsung menemui pemateri secara personal guna meminta informasi lebih lanjut mengenai sistem pertanian tersebut dan juga mereka berniat akan membagikan informasi tersebut kepada anggota kelompok taninya serta petani lain yang tidak hadir dalam kegiatan tersebut agar ikut serta menerapkan sistem mina padi ini.
 
Blogger Templates